Alahamdulillah kita ditaqdirkan bisa merasakan dan menikmati ibadah di bulan Ramadhan 1445 Hijriyah. Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berbagai keutamaan dan keistimewaan. Didalamnya bahkan ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Sebagai orang beriman, semestinya kita benar-benar mengistimewakan bulan yang istimewa ini. Caranya tentu saja dengan memanfaatkan setiap detik yang ada didalamnya dengan amalan-amalan terbaik. Seberapa serius dan optimal kita memanfaatkan Ramadhan merupakan ukuran dari keimanan kita.
Ramadhan benar-benar bulan istimewa karena di bulan Ramadhan itulah Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana yang telah diriwayatkan bahwa Al-Qur’an telah diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada bulan Ramadhan. Dan pertama kali Al-Qur’an diwahyukan kepada Rasulullah saw juga terjadi di bulan Ramadhan. Bahkan pada setiap bulan Ramadhan, Rasulullah saw melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril. Tidaklah berlebihan jika kemudian Ramadhan dikatakan sebagai Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an).
Ramadhan sangat istimewa karena di bulan ini setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Sebetulnya tidak hanya di bulan Ramadhan Allah swt melipatgandakan pahala kebaikan. Setiap saat Allah senantiasa melipatgandakan pahala kebaikan. Hanya saja, di bulan Ramadhan Allah melipatgandakan pahala kebaikan menjadi berlipat-lipat lagi, lebih dari waktu-waktu diluar Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang istimewa dengan infaq dan sedekahnya. Di bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk semakin memperbanyak infak dan sedekah kita, memberikan sebagian rizki kita kepada mereka yang membutuhkan. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa kedermawanan Rasulullah pada bulan Ramadhan melebihi hembusan angin yang sedang bertiup.
Jika keimanan kita kuat maka kita akan menyambut seruan Allah swt untuk berpuasa di bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, dan mengisinya dengan berbagai amalan yang utama. Begitu pula sebaliknya. Jika kita ogah-ogahan dalam beribadah di bulan Ramadhan ini, maka seperti itu pulalah kadar keimanan kita. Pendek kata, Ramadhan adalah cermin bagi diri kita, dimana kita bisa melihat dengan jelas bagaimana nafsu dan keimanan kita. Jika kita di bulan Ramadhan ini masih merasakan adanya dorongan-dorongan dan bisikan-bisikan nafsu untuk berbuat buruk, maka sekaranglah saatnya untuk melakukan terapi pada nafsu kita. Jika kita berhasil melakukan perubahan diri seperti ini, maka kita akan keluar dari bulan Ramadhan dengan penuh kesuksesan.
Explore Our Blog
Explore a treasure trove of enriching blog articles covering faith, education, and youth development for a holistic learning experience.
-
Waktu yang Berkah dalam Bekerja
Hendaknya seseorang menunaikan amanatnya Bagi seorang pegawai yang telah berjanji akan melaksanakan amanahnya, yaitu bekerja…
-
Tanda Allah ingin kita Lebih Baik
Jika Kita mendapat sentuhan untuk merubah diri menjadi lebih baik, itu tanda pertama dari Allah…




Leave a Reply